Tampilkan postingan dengan label kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kristen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

Menjadikan Kristus Sebagai Tuan Atas Hati Kita

Efesus 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Ketika kita datang ke rumah orang lain, kita adalah tamu bagi pemilik rumah tersebut. Sebagai tamu, kita mempunyai keterbatasan dalam bertindak.
Contoh:  ketika kita masuk ke rumah orang kita harus meminta izin terlebih dahulu. Bila diijinkan maka kita baru bisa masuk ke rumah orang tersebut.

Hal ini juga sering terjadi dengan dengan kita yang percaya kepada Yesus Kristus. Kita serimg menjadikan DIA sebagai tamu, bukan raja atas diri kita. Bukan Tuhan yang mengendalikan diri kita, tetapi kita yang mengendalikan diri kita sendiri. Hal ini tentunya bukan yang Tuhan mau. Tuhan tidak leluasa dalam memakai kita sebagai alat-Nya.

Ada kalanya ketika kita hendak melakukan sesuatu, hati kita merasa tidak damai, tentunya ada suatu hal yang membuat kita tidak tenang. Bila kita peka, Tuhan sedang berbicara melalui hati kita. DIA mau kita mengikuti kehendak-Nya, bukan kehendak kita sendiri.

Semoga kita bisa mempunyai hati yang peka dan membuat Tuhan Yesys Kristus sebagai tuan atas hati kita.

Tuhan memberkati.

Rabu, 14 November 2012

Kidung Pujian 024 - Menyembah Bapa - Kasih-Nya


Menyembah Bapa - Kasih-Nya

1. Kasih Allah tak terbilang oleh mulut maupun pena; lebih tinggi dari bintang, lebih dalam dari n'raka.
Meski kami t'lah berdosa Dia b'ri Juru-s'lamat; kami tobat, Allah sambut, semua dosa hapus.

Koor: Kasih Allah berlimpahlah, tak mungkin terukur! teguh s'lama sampai kekal, kami s'mua bersyukur.

2. Zaman demi zaman lewat, langit bumi pada ubah; Manusia tolak kasih-Nya, k'lak menyesal tiada guna.
Kasih Allah tak berubah, tak mungkin terukur; Hutang dosa Dia lunaskan, kami s'mua bersyukur.

Koor: Kasih Allah berlimpahlah, tak mungkin terukur! teguh s'lama sampai kekal, kami s'mua bersyukur.

3. Meski lautan jadi tinta, cakrawala jadi kertas; hutan resam jadi pena, tiap orang jadi sastrawan.
Bila tuliskan kasih-Nya, sampai habis semua; Tidak dapat menuliskan setitik kasih-Nya.

Koor: Kasih Allah berlimpahlah, tak mungkin terukur! teguh s'lama sampai kekal, kami s'mua bersyukur.

Kamis, 25 Oktober 2012

Ketika Tuhan Menjawab 2

Hari ini adalah hari minggu dan seperti biasa saya pergi ke gereja. Pada waktu pagi hari terlintas hal yang sebenarnya agak aneh untuk sesuatu yang terpikir dalam otak ini.

Keluaran 16:2-3 Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."

Ayat diatas adalah ayat yang menceritakan tentang keadaan orang-orang Israel yang sudah dibebaskan oleh Tuhan dari tanah perbudakan Mesir dan mereka sedang dalam perjalanan ke tanah perjanjian. Dalam perjalanan mereka mengeluh kepada Tuhan, karena mereka merasa, meskipun mereka diperbudak oleh Mesir, mereka tetap bisa menikmati daging dan makanan yang berlimpah. Sedangkan saat mereka dalam perjalanan ke tanah perjanjian mereka tidak mendapatkan makanan yang sebanding dengan yang ada di mesir.

Melalui ayat ini saya diingatkan, bahwa terlalu banyak, bahkan bisa dibilang terlalu sering mengeluh. Mengeluh akan keadaan yang saya bandingkan dengan masa lalu saya. Di masa lalu saya bisa menikmati banyak hal. sedangkan sekarang, rasanya begitu tidak berarti.

Cerita tidak berhenti di sana. Di gereja saya mendengarkan Firman yang disampaikan. Firman tersebut menceritakan tentang Yusuf yang mendapatkan mimpi bahwa dia akan menjadi seorang pemimpin, tetapi dalam perjalan hidupnya dia mengalami banyak hal, dari dijual oleh saudara-saudaranya, difitnah samapi dipenjarakan meskipun dia tidak bersalah.

Yusuf diijinkan melalui proses yang cukup berat (menurut saya). Karena untuk menjadi seorang pemimpin, memerlukan suatu kedewasaan. Hal ini sepertinya ingin Tuhan katakan kepada saya, untuk menjawab doa-doa saya.

Saat ini saya sedang mencari pasangan hidup. Saya berdoa, meminta kepada Tuhan untuk memberikan seseorang yang bisa menjadi pendamping hidup saya. Tetapi memang saya sering mengeluh kepada Tuhan tentang banyak hal. Hal ini lah yang menjadi penyebab, kenapa Tuhan sampai melintaskan ayat-ayat tersebut.

Pembicara didepan menceritakan tentang hal mencari pasangan hidup. "Mintalah pasangan yang mencintai Tuhan, bukan pasangan yang mencintai kita." Hal ini dikatakannya karena ketika seseorang mencintai Tuhan, orang tersebut secara tidak sadar akan mencintai pasangannya.

Terima kasih Tuhan. Hal ini tidak mudah aku terima, tetapi aku sadar, orang yang dulu pernah aku cintai dengan sepenuh hati, ternyata tidak mencintai Tuhan. Mungkin aku bisa salah, tetapi aku percaya, semua yang terjadi adalah yang terbaik Tuhan sediakan bagiku.

Belajar berjalan bersama Tuhan. Meskipun tidak mudah, tetapi Tuhan sediakan. Jangan banyak mengeluh, tetapi penuhi hari-hari kita dengan ucapan syukur.

Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.


Thank You Lord. I love You Lord Jesus.

God Bless Us...


Rabu, 10 Oktober 2012

Ketika Tuhan Menjawab

Sudah sejak lama saya berdoa untuk meminta sesuatu kepada Tuhan. Sudah lama juga saya merindukan, Tuhan buka jalan untuk masalah yang saya hadapin ini.

Tetapi beberapa hari yang lalu, terlintas dikepala saya ayat alkitab yang menceritakan kisah Daud yang berpuasa, agar anaknya yang sakit tidak mati.

2 Samuel 12:22-23 Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

Bagaimana sekarang? Apakah memang ini jawaban dari Tuhan? Apakah ini akhir dari segalanya? Bagaimana dengan kelanjutan hidup saya?

Berbagai pertanyaan muncul dalam kepala saya. Saya masih tidak mengerti, apa rencana Tuhan dalam hidup saya.

Saya jadi teringat akan perkataan teman saya, "Memang berat mendengan jawaban dari Tuhan yang tidak sesuai dengan keinginan dan impian kita, tetapi jawaban itu adalah jawaban yang terbaik untuk kita."

Sulit bagi saya saat ini untuk menerima jawaban yang Tuhan berikan kepada saya. Tetapi apakah saya mempunyai hak untuk berkata "TIDAK" terhadap jawaban Tuhan? Saya rasa, saya hanya bisa menerima dan percaya, bahwa ini adalah jawaban yang terbaik untuk saya.

Roma 5:1-5 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Saya akan tunggu kejadian berikutnya yang disiapkan oleh Tuhan untuk saya. Dan bila seseorang ada yang membaca tulisan ini, tolong doakan saya, agar iman saya masih bisa bertahan untuk menghadapi ini semua. Mungkin dikesempatan lain saya akan menuliskan sabungan dari kejadian yang saya alami.

Tuhan memberkati.

Senin, 08 Oktober 2012

Tuhan Peduli Kita

Saya mengalami kejadian yang unik. Bisa dibilang hal yang sepele atau simple. Mungkin bisa disebut juga hal yang gak pentimg. Tapi bagi saya ini hal yang menguatkan iman saya. Begini kisahnya:

Pada suatu hari saya sedang mengendarai mobil Karimun Estilo saya. Tiba-tiba saya mendengarkan suara yang aneh di dalam mobil tersebut. Suara tersebut mulai terdengar bila mobil dalam keadaan awal-awal melaju, atau bila gas mobil kurang yang menyebabkan mesin mobil bergetar.

Awalnya saya tidak begitu mempedulikan. Saya pikir, mungkin itu suara suatu benda yang gak penting. Lama kelamaan suara tersebut tidak hilang, tetapi malah makin sering.

Saya mencoba mencari sumber suara tersebut. Menurut pendengaran saya, suara tersebut terdengar dari pintu sebelah kanan belakang. Kemudian saya mencari dan mencari, dan saya tidak menemukan apa-apa. Mobil mulai saya bersihkan dengan pikiran, mungkin akan menemukan penyebabnya. Tetapi hal itu tidak membuahkan hasil.

Hari berlalu, tetapi suara itu tidak hilang dan penyebabnya tidak ditemukan. Keresahan mulai muncul. Kekawatiran bahwa mobil harus masuk bengkel. Mulai terbayangkan, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk perbaikannya.

Terlintaslah dipikiran saya untuk mendoakan masalah ini. Saya harus akui, beberapa hari belakangan sebelum kejadian ini, saya sudah jarang bersekutu dengan Tuhan. Sudah jarang membaca alkitab. Ketika berdoa, muncul dipikiran saya, bahwa saya harusnya mencoba melihat kap mesin depan. Segera setelah saya berdoa, saya berlari membuka kap mobil saya, dan benar saya temukan pengganjal kap tersebut keluar dari tempat yang semestinya. Setelah penyangga kap tersebut diletakkan pada tempatnya, suara tersebut hilang.

PUJI TUHAN....

Dari pengalaman ini saya mendapatkan beberapa hal:
1. Tuhan masih mengasihi saya. DIA masih mengatur situasi sehingga saya mau gak mau datang ke hadirat Tuhan.
2. Mengandalkan Tuhan dalam menghadapi masalah. Meskipun hal tersebut adalah hal yang sepele, tetapi bila kita bersekutu dengan Tuhan, tentunya iman kita terbangun.
3. Tuhan mendengarkan doa kita meskipun hal itu adalah hal yang sepele. Saya yakin Tuhan sibuk ngurusin banyak hal, tetapi hal sepele pun DIA masih peduli.


Yesaya 59:1  Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;

Semoga mengutkan. Amin.


Minggu, 23 September 2012

Maju Tak Gentar Tanpa Kepastian


Maju tak gentar, gak jelas membela siapa.
Maju tak gentar, hak apa yang bisa didapat.
Maju tak gentar, maju terus tapi gak punya sasaran.
Maju tak gentar, buat apa ya?

May be it's time to say "I give up"

It's Your turn, not my turn.
It's Your way, not my way.
It's Your plan, not my plan.

Yeremia 29:11-12  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;

Rasanya mudah mengatakan, tetapi aku mau mencobanya. Tuhan, berikan aku kekuatan supaya aku bisa berdiri teguh memegang imanku.

Jumat, 14 September 2012

TUHAN yang Memberi, TUHAN yang Mengambil

Ayub 1:21  katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"


Dalam kehidupan ini kita tentu pernah membeli barang. Kita juga pernah menerima barang Pemberian dari orang lain. Entah sadar atau tidak, kita kadang menaruh hati pada barang tersebut. Tetapi apa yang terjadi ketika barang itu rusak, hilang, dsb? Bagaimana perasaan kita? Kemungkinan besar kita akan merasa kehilangan. Kita akan merasa sedih.


Sadar atau tidak, semua yang kita miliki adalah pemberian Tuhan. Punya anak adalah pemberian Tuhan. Punya pasangan hidup adalah pemberian Tuhan. Bisa membeli mobil itu pun juga tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Seperti ayat yang diambil dari kitab Ayub, bahwa segala sesuatu adalah pemberian Tuhan. DIA mempunyai hak untuk memberi, DIA juga yang mempunyai hak untuk mengambilnya dari kita.

Saya teringat suatu kejadian, dimana kartu ATM saya "dicopy" orang dengan tersembunyi dan PIN ATM saya terbaca. Kemudian isi tabungan saya dikuras habis oleh si penjahat. Lemas rasanya setelah melihat uang tabungan saya dicuri orang. Meskipun tidak banyak, tetapi hal tersebut membuat kesal hati saya. Saya kerja keras, tetapi orang lain enak saja mencurinya. Tetapi ayat diatas mengingatkan kepada saya, bahwa semuanya adalah pemberian Tuhan. Ketika Tuhan mengambilnya dengam cara apa pun, kita harus sadar, bahwa barang itu adalah milik DIA. Puju Tuhan, uang yang telah diambil orang akhirnya diganti oleh bank yang bersangkutan. Kejadian ini terjadi di Jerman.

Daud pun pernah melakukannya. Dia mati-matian memohon kepada Tuhan agar anaknya hidup (Samuel 12:21-22). Tetapi Tuhan tetap mengambilnya.

Lukas 12:34  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."


Kita perlu tau, bahwa jangan menaruh hati kita terlalu dalam pada suatu benda atau orang, karena sewaktu-waktu dapat diambil oleh Tuhan. Tetapi taruhlah hati kita kepada Tuhan Yesus, maka DIA tidak akan mengecewakan kita. Karena ketika Tuhan mengambil sesuatu dari kita, DIA tahu yang terbaik untuk kita.


Mulya bagi Tuhan.... Amin.

Kemajuan Rohani

Yohanes 3:30  Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Kemajuan rohani berarti pertambahan unsur Tuhan dalam diri kita.
Bagaimana kita bisa tau, apakah unsur Tuhan telah bertambah dalam diri kita?

Bila kita melakukan hal-hal yang ada di luaran, hal itu tidak dapat dijadikan suatu patokan, bahwa unsur Allah telah bertumbuh di dalam kita. Contoh hal luaran adalah melakukan pelayanan. Setiap orang dapat melakukan pelayanan tanpa adanya unsur Tuhan di dalam dirinya. Mungkin membaca alkitab, tetapi hal itu juga tidak bisa jadi patokan, karena bila kita tidak dapat menikmati Kristus, kita pun tidak mendapatkan kemajuan rohani. Sebenarnya hal sebaliknya yang mungkin bisa kita jadikan patokan, yaitu apa yang menduduki hati kita.

Lukas 12:34  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.


Apa yang membuat hati kita begitu terpikat? Uang kah? Pekerjaan? Keluarga? Pasangan? Anak? Atau hal-hal yang lainnya?

Indikator yang paling mudah adalah waktu kita pertama kali bangun pagi, apa yang terlintas dalam pikiran kita? Itu adalah yang menduduki hati kita. Mungkin waktu pertama kali kita bangun, kita langsung mencari BB kita, atau mungkin koran, atau langsung menyalakan tv.

Kita perlu menyadari, bahwa tujuan kita diciptakan adalah untuk menjadi wadah yang diisi dan dipenuhi oleh Allah sendiri.

2 Korintus 4:7  Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.


Kita adalah bejana tanah liat dan Kristus adalah harta yang ada di dalam bejana tanah liat tersebut. Jadi nyata bahwa kita adalah wadah yang telah disiapkan oleh Tuhan umtuk DIA diamin.


Agar ayat Yohanes 3:30 bisa nyata, bahwa Tuhan makin bertambah dalam kita dan kita makin berkurang adalah dengan menyeru nama Tuhan. Hal ini bisa memberikan kepada Tuhan ruang lebih di dalam hati kita. Ketika itu Tuhan mulai bekerja di hati kita dan hati kita mulai diubah atau dipalingkan kepada Tuhan. Setelah itu Tuhan akan mulai mencabut apa yang menduduki hati kita dan Tuhan mulai menggantikan tempat yang kosong di dalam hati kita.

Seperti sebuah gelas yang diisi oleh minyak. Bagaimana bisa membuang minyak tersebut dari gelas? Dengan mengisi air ke dalam gelas, sehingga minyak tersebut bisa terbuang seiring dengan penuhnya gelas tersebut dengan air. Penuhilah hati kita dengan ROH Kristus, maka kerohanian kita akan mengalami kemajuan.

Tuham memberkati... Amin

Rabu, 29 Agustus 2012

AKU Telah Mengalahkan Dunia

Yohanes 16:33  Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Dalam kehidupan saya, saya sering menghadapi masalah. Masalah yang satu belum selesai, datang masalah yang lainnya. Begitu bertubi-tubu dan kadang membuat saya down. Dalam menghadapi masalah tersebut, kadang saya juga merasa kecewa, kenapa ini bisa terjadi padaku. Mengapa Tuhan ijinkan aku untuk mengalami semua ini. Kekecewaan yang dialami bisa membuat saya untuk "kabur" dari dunia ini.

Tetapi saya diingatkan kembali bahwa Tuhan Yesus telah mengalahkan dunia. Ya, DIA telah mengalahkan dunia. Dengan mati di kayu salib membuat saya terbebas dari belenggu dosa. Hal ini yang membuat saya menjadi bersemagat kembali, karena apa yang saya alami belum seberapa dengan apa yang pernah dialami oleh Tuhan Yesus ketika DIA menjadi manusia. DIA Tuhan yang pernah merasakan kesusahan manusia.

Filipi 4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Hanya perlu datang kepada DIA, maka DIA akan memampukan kita untuk menghadapi masalah yang sedang dihadapi.

Maukah kita datang kepada DIA?

Tuhan memberkati....

Kamis, 23 Agustus 2012

Menabur Dalam Roh


Menabur Dalam Roh

Galatia 6:8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

Seorang petani bila ingin bercocok tanam, maka dia mulai menabur benih. Benih yang ditabur memerlukan waktu sehingga suatu saat akan bertumbuh menjadi tanaman padi kemudian siap dituai.

Begitu juga dengan kehidupan kita. Setiap saat kita menabur baik itu dalam Roh atau dalam daging. Ketika kita marah, kita sedang menabur. Ketika kita memuji Tuhan, kita juga sedang menabur. Setelah kita menabur kita akan mendapatkan hasilnya.

Galatia 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
Galatia 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
Galatia 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Galatia 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
Galatia 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Itulah buah yang akan kita tuai. Apa yang kita tabur, kita akan menuainya kelak. Bila kita menabur dalam daging, maka kita akan mendapatkan kebinasaan. Bila kita menabur dalam Roh, maka kita akan menghasilkan  hidup/hayat.

Applikasi dalam kehidupan kita adalah melakukan kegiatan yang bisa menghasilkan buah Roh. Bila kita menabur dalam Roh, kita akan menuai buah Roh (Galatia 5:22-23).

Tuhan memberkati.

Rabu, 22 Agustus 2012

Kidung Pujian 256 - Bukti dan Sukacita Beroleh Selamat - Puas Karena Kristus

Kidung 256

Bukti dan Sukacita Beroleh Selamat - Puas Karena Kristus


1. Kar'na Kristus hati senang, kar'na Kristus ku bergita; Dia beserta aku girang, Dia beserta ku nyanyi riang.
Koor: Haleluya, nyanyi riang! Haleluya, gita lantang! Dia beserta sungguh senang! Dia beserta sungguh girang!

2. Dulu banyak pikulan b'rat, kini aku sentosalah; Dia ampuni s'gala dosa, Dia memikul s'mua celaka.
Koor: Haleluya, nyanyi riang! Haleluya, gita lantang! Dia beserta sungguh senang! Dia beserta sungguh girang!

3. Dulu buta semua gelap, kini nampak amat jelas; Ku tersesat Dia memanggil, di jalan b'nar, Dia yang pimpin.
Koor: Haleluya, nyanyi riang! Haleluya, gita lantang! Dia beserta sungguh senang! Dia beserta sungguh girang!

4. Dulu ku seorang diri, tapi kini Dia temani; Sangat akrab, sangat karib, penuh kasih dan simpati.
Koor: Haleluya, nyanyi riang! Haleluya, gita lantang! Dia beserta sungguh senang! Dia beserta sungguh girang!

5. Dengan mesra Dia dorongku, dengan kurnia Dia tunjangku; Hati kasih-Nya tolongku, tangan kurnia-Nya jagaku.
Koor: Haleluya, nyanyi riang! Haleluya, gita lantang! Dia beserta sungguh senang! Dia beserta sungguh girang!

6. Selain Dia, ada siapa, selain Dia, tiada lagi! Cinta-Nya padaku kekal! Ku cinta Dia, s'penuh kini!
Koor: Haleluya, nyanyi riang! Haleluya, gita lantang! Dia beserta sungguh senang! Dia beserta sungguh girang!

Senin, 20 Agustus 2012

Naik Pesawat Pertama Kali

Ada teman saya yang bercerita tentang pengalaman pertama kali naik pesawat dan hal ini sangatlah mengesankan menurut saya.

Ketika itu dia bersama dengan teman dia naik pesawat untuk pergi kesuatu negara. Ini adalah pertama kalinya dia mengendarai pesawat. Pada waktu itu pesawat mengalami goncangan karena cuaca buruk. Lalu dia mulai takut dan mulai menyeru nama Tuhan serta berdoa. Dia kelihatan begitu tegang. Dia juga melihat teman di sebelah dia. Temannya begitu tenang. Masih membaca buku dengan tenang.

Kemudian temannya bertanya kepada dia, "tegang?". Lalu dia menjawab, "iya nih, goncangannya kecang." Kemudian temannya berkata, "kalo kita masih dipakai oleh Tuhan, maka Tuhan akan jaga kita. DIA tidak akan membiarkan kita celaka."

Kata-kata ini yang membuat teman saya dan saya jadi tercengang dan sadar, bahwa Tuhan akan menyertai orang yang masih dipakai oleh DIA. Bila kita sudah dianggap tidak diperlukan atau sudah cukup masa bakti kita, maka Tuhan juga yang akam mengakhirinya.

Jadi tetaplah menjadi manusia yang terus dipakai oleh Tuhan selama kita masih diberi kesempatan.

Tuhan memberkati.

Minggu, 19 Agustus 2012

Kertas Putih

2 Korintus 3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh- loh batu, melainkan pada loh- loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Hati manusia di sini menggambarkan hati kita yang bisa dibilang adalah selembar kertas putih. Sedangkan Roh di sini melambangkan tinta yang dipakai untuk menulis dan Tuhan yang menulis.

Jadi hati kita adalah selembar kertas putih yang ditulis dengan Roh oleh Tuhan.

Untuk apa itu semua? Itu semua adalah tanda bahwa kita adalah penggikut Kristus. Suatu bukti bahwa hati kita dibentuk oleh Kristus.

Kita memiliki pilihan, apakah kita membiarkan Roh Tuhan tertulis di dalam hati kita atau hal lain yang tertuliskan dalam hati kita.

Pada waktu kita bertemu dengan orang lain, apakah orang tersebut membaca kertas putih yang ditulis dengan Roh oleh Tuhan atau membaca hal lain?

Tuhan memberkati... Amin.

OTW To Lembang

Hari itu adalah hari jumat. Hari yang sebenarnya kurang baik untuk melakukan perjalanan  keluar kota karena hari itu adalah hari H-3 menjelang lebaran 2012, dimana kebanyakan orang melakukan perjalanan mudik. Perjalanan yang saya tempuh adalah perjalanan dari Jakarta menuju Lembang. Perjalanan yang seharusnya ditempuh selama 2 jam 30 menit saya tempuh dengan waktu 8 jam 30 menit. Ini adalah pengalaman saya yang pertama mengikuti arus mudik.

Dalam perjalanan ini saya belajar apa yang dimaksud dengan menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru.


Efesus 4:20-24  Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.


Karena begitu banyaknya orang berpergian, jalanan menjadi sangat padat sekali. Kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan 20 km/jam. Lambat, sangat lambat untuk hitungan jalan di jalam TOL. Kadang kendaraan saya harus berhenti diam. Ternyata penyebabnya adalah adanya kendaraan yang mogok. Melihat kendaraan yang mogok adalah kendaraan yang keliatan tua dan emang kayaknya tidak layak jalan. Mungkin juga kendaraan tersebut kelebihan muatan.

Hal ini mengingatkan saya akan ayat diatas, bahwa manusia lama kita tidak dapat membawa kita kepada tujuan, yaitu menghampiri tahta Tuhan. Manusia lama kita tidak dapat dibenarkan, karena Tuhan tidak berkenan dengan manusia lama itu. Tetapi syukur kepada Tuhan, DIA telah menyediakan manusian baru, dimana kita diubahkan menjadi manusia baru. DIA telah mati di kayu salib untuk dosa-dosa kita. Dengan percaya kepada DIA dan menerima dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat maka dosa-dosa kita diampuni dan kita dibenarkan sehingga kita menjadi manusia baru. DIA adalah Yesus Kristus. Dengan percaya kepada DIA dan menerima DIA sebagai Tuhan dan Juru Selamat, maka kita akan terbebas dari hukuman dan memperoleh hidup yang kekal.

Pilihan ada di tangan kita, apakah kita tetap berjalan dengan manusia lama kita atau kita mau diubah dan mengenakan manusia baru.

Tuhan memberkati.